o2 handy verfolgen localizzare cellulare con pc como rastrear celular gps pelo pc smartphone tracker on Galaxy Note 9 service de localisation iphone 6s Plus

Kenapa Nabi Yusuf as. bisa menahan gejolak nafsunya di saat digoda oleh seorang isteri raja yang cantik jelita? Adalah kuasa Allah yang menampakkan wajah ayah beliau (Nabi Ya'qub as.) di dinding. Ketika nampak bayangan wajah ayah beliau, Nabi Yusuf langsung terhenyak. Tergambar wajah sang ayah yang sedang menggigit kedua jarinya (tanda sangat marah) sambil berkata: " Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman (Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi, kenapa kamu sekarang mau melakukan perbuatan orang-orang bodoh?".

Ya’qub sebagai seorang ayah begitu dekat dengan anaknya. Di saat situasi "krisis" ia menjadi pengingat bagi sang anak untuk menjaga kesucian dan kehormatannya. Ya’qub telah menjadi pahlawan yang menyelamatkan kesucian anaknya. Nasehat yang muncul begitu berbekas hingga terpancar di depan Yusuf dengan jelas wajah ayahnya. Padahal sang ayah terpisah jauh darinya. Yusuf ada di Mesir, sementara ayahnya di negeri syam.

Hal ini berbeda dengan kondisi anak-anak saat ini. Dimana nasehat ayah dianggap angin lalu. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Bahkan yang lebih ekstrim tak dibiarkannya nasehat itu masuk ke dalam kuping mereka, khawatir ada yang nyangkut katanya. Hal ini terjadi karena ikatan batin antara ayah dan anak rusak. ayah tak mampu mengikat hati anak, sehingga segala nasehatnya diabaikan. Bahkan cenderung sengaja dilanggar.

Maka, kita belajar hal penting dari kisah Yusuf di atas. Betapa kedekatan antara ayah dan anak di masa kecil mampu menyelamatkan sang anak di tengah situasi "krisis". Bukan nafsunya yang diikuti. Ataupun budaya serta pergaulan rusak yang jadi rujukan. Namun nasehat indah dari ayah yang jadi pegangan. Inilah kenapa ayah menjadi pahlawan di saat anak membutuhkan. Meski fisiknya tak hadir, namun kata-kata yang berbekas dari lisannya mampu menyelamatkan sang buah hati saat diterpa keguncangan.

Penerapannya dimulai dari usia dini. ayah wajahnya harus banyak discan oleh anak. Paling kuat dalam memori anak. Caranya dgn sering beradu muka dgn muka atau hidung dgn hidung seraya membuat anak tertawa. Hal ini kerap dilakukan Rasulullah SAW kepada cucunya Umamah dan juga Hasan dan Husein.

Advertising

Sidebar 1