o2 handy verfolgen localizzare cellulare con pc como rastrear celular gps pelo pc smartphone tracker on Galaxy Note 9 service de localisation iphone 6s Plus

Kita sangat paham setiap aktivitas tidak lepas dari kegiatan komunikasi, di antara bentuk komunikasi yang sangat di gemari adalah mendongeng atau bercerita khususnya anak-anak usia dini. Dalam kegiatan tersebut tertanam nilai pesan dari setiap dongeng atau cerita yang di sampaikan. Bercerita atau mendongeng juga aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh siapa saja dan dari bangsa serta agama mana saja. Maka nasib kondisi suatu bangsa sangat bergantung kepada cerita atau dongeng yang ada di bangsa tersebut. Menjadi perhatian bersama, istilah mendongeng ini sudah mengakar dan mendarah daging di setiap negara khususnya bangsa Indonesia. Namun sebenarnya istilah dongeng menurut kamus besar bahasa indonesia mengandung pengertian perkataan yang bukan-bukan atau tidak benar, cerita bohong dan omong kosong. Berarti ketika mendongeng dapat dikatakan kita telah menyampaikan kebohongan, terlebih yang di sampaikan dongeng-dongeng yang berbau khurafat dan tahayul. Bisa kita bayangkan dampak apa yang terjadi kepada anak-anak kita. Padahal berapa banyak dongeng-dongeng telah masuk tertanam dalam pikiran anak-anak kita saat ini, bahkan saat kita dulu, begitu tertanam dan membekas. Jadi sekarang istilah apa yang tepat untuk kegiatan yang sangat penting ini, sebelum mendapatkan istilah kata yang tepat dan benar, kita juga harus memahami sebagai pedoman. Ternyata istilah dongeng juga dalam terjemahan Al-Qur’an Bahasa Indonesia telah Allah sampaikan, seperti dalam Q.S. Al Furqon ayat 4-5 dan Q.S. An Nahl ayat 24-25 serta ayat Qur'an yang lain. Dari kesemua kata dongeng dalam terjemahan Al-Qur’an terlihat ungkapan yang mengatakan Qur’an itu adalah Dongengan belaka oleh orang-orang yang tidak beriman. Maka dari 2 (dua) alasan di atas khususnya Al-Qur’an penyusun mengajak untuk mengembalikan istilah tersebut menjadi cerita terlebih kisah. Metode kisah sangat banyak ditemukan dalam Al-Qur’an dan juga Hadits. Bahkan Bila kita memahami hampir setiap hari, makna yang terkandung dalam Surat Al Fatihah, di ucapkan minimal 17 kali, Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) , (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7). Dari ayat ini terdapat tokoh-tokoh orang-orang yang di beri nikmat (Tokoh Baik) dan Orang yang dimurkai dan sesat (Tokoh Buruk). Adanya Tokoh berarti ada kisah yang mengikutinya, belajar dan mengambil pelajaran dari Tokoh tersebut. Dan kisah-kisah terbaik, tentulah kisah-kisah yang ditulis oleh pencipta manusia itu sendiri, Allah SWT. Itulah kisah-kisah yang tertera dalam Al-Qur’an yang kebenarannya tidak sedikitpun menyisakan keraguan. Kak Ari PPMI

Advertising

Sidebar 1