o2 handy verfolgen localizzare cellulare con pc como rastrear celular gps pelo pc smartphone tracker on Galaxy Note 9 service de localisation iphone 6s Plus

“ Sepasang suami istri tega menganiaya anak kandungnya sendiri bla bla bla “

Kalimat itu muncul dari seorang pewarta berita yag menghiasai media massa kita. Banyak tanggapan yang muncul karena berita itu. Beberapa orang ada yang menduga pasti karena sang ayah tukang pukul, pasti sang ayah suka marah-marah, ada pula yang menduga penyebab sang ayah memukul anak pasti kerena anak itu nakal, anak itu kurang ajar dan banyak dugaan-dugaan yang bermunculan.

Hati kita terkadang tidak sanggup untuk mendengarkan berita di atas. Kenapa?  Kok Bisa? sampai terjadi hal yang sangat ironis tersebut terjadi di lingkungan kita, di negeri yang kaya akan keluhuran budi.

Anak merupakan buah hati yang selalu didambakan oleh setiap pasangan suami istri . bila anak belum hadir rasa cemas terkadang menyelimuti hati yang sedang gundah gulana. Kemudian segala upaya ditempuh untuk mendapatkan momongan dengan berbagai cara, seperti berhubungan disaat masa sel telur subur, makan buah dan sayuran lebih banyak, hingga pengobatan yang mengluarkan uang yang tidak sedikit. Itu semua dilakukan karena kerinduan untuk mempunyai buah hati.

Ketika istri terlambat menstruasi, suami merasakan detak jantungnya begitu terasa cepat bergerak berlari menuju kegembiraan berliput gelisah. Di awal kehamilan pasangan suami istri pasti akan sangat berhati-hati menjaga si jabang bayi yang bermain di dalam perut sang ibu. Setiap waktu sang ibu menajak bicara sang jabang bayi dengan lembut, sang ayahpun tak ketinggalan untuk selalu memberikan perhatiannya.

Sang bayi lahir dengan penuh perjuangan, dari sisi ibu yang melalui proses persalinan yang sakit tapi tetap semangat menyambut sang bayi, sang ayah meskipun tidak merasakan sakitnya persalinan, ayah juga menunggu menemani dengan perasaan yang berkecamuk tidak karuan. Semua proses itu akan segera menyatu menjadi perasaan bahagia manakala sang bayi sudah keluar dari perut ibunya.

Bahagia yang tak terkira manakala anak hadir diantara kita. Segala usaha akan di lakukan oleh pasangan orangtua untuk membahagiakan anak-nak mereka. Dari usrusan makanan, pakaian, pendidikan, tempat tinggal yang pasti dengan segala usaha akan di tempuh. Tentunya orang tua mempunyai harrapan kepada anak-anak yang mereka besarkan dengan keringat yang bercucuran. Ingin sekali melihat mereka tumbuh menjadi anak-anka yang bahagia sukses dunia dan juga di akherat kelak.

Bagaimana bila anak tidak tumbuh sebagaimana yang diharapkan orang tua? Tentu orang tua akan akan sedih, kecewa bahkan benci. Karena anak yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan. Sekali-kali jangan salahkan mereka, bila mereka tidak seperti apa yang orang tua harapkan. Bisa saja semua itu di karenakan kesalahan orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.

Peranan orang tua sangatlah dibutuhkan di fase usia pertumbuhan mereka. Fase pertama usia anak-anak, mereka sangat membutuhkan kasih sayang, orang tuapun harus sabar dalam memberikan kasih sayang itu, jikalau orang tua ingin lolos dalam mendidik di fase ini.

Berlanjut di fase kedua usia remaja, mereka membutuhkan arahan dari orang tua untuk melangkah ke utara atau ke selatan, ke barat atau ke timur. Di pastikan oran tua harus lebih jeli dan teliti dalam membimbing dan mengarahkan mereka tentu tetap penuh kesabaran. Di usia remaja sudah banyak ragam pengaruh baik dari lingkuangan, sekolah maupun pergaulan mereka. Bila mana orang tua bisa lolos dalam membimbing dan membina mereka di fase remaja, maka hasil yang di dapat akan mudah untuk mendekatkan mereka pada harapan orang tua menjadi anak yang sholih dunia dan akherat tentunya.

Karena di fase ketiga usia dewasa, mereka sudah bisa menentukan pilihan hidup, karena landasan yang bagus tentunya pilihan  mereka juga akan bagus pula.

Semua tugas itu tidaklah mudah dan memang butuh pengorbanan yang tiada terhitung. Tapi semua itu memang sudah menjadi kewajiban orang tua, untuk menjadikan mereka ahli surga bukan ahli neraka.

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

So buat orang tua sudahkah kita membimbing dan mengarahkan anak-anak kita untuk berjalan bersama menapaki jalan menuju surga? Ataukah kita masih saja memberikan keraguan jalan surga pada anak kita?

 

Kak Amirudin Juru Kisah PPMI Klaten

Advertising

Sidebar 1